Bandung – Universitas 'Aisyiyah
Bandung kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan derajat kesehatan
masyarakat melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat bertajuk
"Pendampingan KATAJI (Kader Tangguh Teruji): Edukasi SADARI untuk Penguatan
Kesehatan Reproduksi Remaja." Kegiatan yang bekerja sama dengan SMP
'Aisyiyah Rancaekek, Kabupaten Bandung ini merupakan salah satu program yang
didanai melalui Hibah Pengabdian kepada Masyarakat Persyarikatan Tahun 2025-2026
yang diselenggarakan oleh Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian, dan
Pengembangan Pimpinan Pusat Muhammadiyah (Diktilitbang PP Muhammadiyah) sebagai
bentuk dukungan terhadap implementasi pengabdian dosen yang memberikan dampak
nyata bagi masyarakat.
Program ini menggunakan pendekatan Community-Based Research (CBR) yang mengedepankan kolaborasi antara perguruan tinggi, sekolah, mahasiswa, dan masyarakat. Selain memberikan edukasi mengenai pentingnya deteksi dini kanker payudara melalui SADARI (Pemeriksaan Payudara Sendiri), kegiatan ini juga membentuk KATAJI (Kader Tangguh Teruji) sebagai kader sebaya yang diharapkan mampu menjadi agen perubahan dalam meningkatkan literasi kesehatan reproduksi di lingkungan sekolah.
Program ini menggunakan pendekatan Community-Based Research (CBR) yang mengedepankan kolaborasi antara perguruan tinggi, sekolah, mahasiswa, dan masyarakat. Selain memberikan edukasi mengenai pentingnya deteksi dini kanker payudara melalui SADARI (Pemeriksaan Payudara Sendiri), kegiatan ini juga membentuk KATAJI (Kader Tangguh Teruji) sebagai kader sebaya yang diharapkan mampu menjadi agen perubahan dalam meningkatkan literasi kesehatan reproduksi di lingkungan sekolah.
Materi edukasi disampaikan oleh Fatiah Handayani, SST., M.Keb., dosen Program Studi Sarjana Kebidanan Universitas 'Aisyiyah Bandung yang juga merupakan anggota tim pengabdian. Sebagai tenaga kesehatan dengan kompetensi di bidang kebidanan dan kesehatan reproduksi, beliau menyampaikan materi secara ilmiah, komunikatif, serta disesuaikan dengan karakteristik dan tahap perkembangan remaja perempuan. Penyampaian materi dilakukan dalam suasana yang nyaman, menghormati privasi peserta, serta mengedepankan prinsip etika pendidikan kesehatan sehingga peserta dapat memahami pentingnya menjaga kesehatan reproduksi tanpa mengurangi nilai-nilai kesopanan dan budaya yang berlaku.
Selama kegiatan, peserta memperoleh edukasi mengenai kesehatan reproduksi remaja, faktor risiko kanker payudara, pentingnya deteksi dini, serta pengenalan teknik SADARI menggunakan media pembelajaran yang sesuai untuk kegiatan edukasi kesehatan. Selain itu, para peserta juga mendapatkan pelatihan kepemimpinan, komunikasi, dan literasi digital sebagai bekal untuk menjadi kader KATAJI yang mampu menyebarluaskan informasi kesehatan kepada teman sebayanya secara berkelanjutan.
.png)
